Strategi Menjadi The On-Time, On-Target Manager

Sebuah buku bersampul warna putih dan biru dongker menarik perhatian saya. Judulnya adalah The On-Time, On-Target Manager dengan tagline Cara “Manajer yang Menunggu Hingga Detik Terakhir Mengalahkan Penundaan”. Buku tersebut ditulis oleh Ken Blanchard dan Steve Gottry, penulis buku terlaris versi New York Times. Saya tertarik untuk membaca buku tersebut. Saya berpikir buku itu bagus dibaca oleh siapapun yang ingin mengembangkan dirinya, untuk mengalahkan penundaan dan menjadi seorang manajer yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Informasi Buku

Berikut adalah informasi buku selengkapnya:
Judul Buku : The On-Time, On-Target Manager
Penulis : Ken Blanchard, Steve Gottry
Editor : Esther M. Tanuadji
Alih Bahasa : Marlene T.
Penerbit : PT. Menuju Insan Cemerlang
Cetakan ke- : I, Agustus 2011
Jumlah halaman : 133 halaman
ISBN : 978-602-8482-40-0

Buku The On-Time, On-Target Manager terdiri atas 13 bab yang menceritakan kisah transformasi Bob, seorang manager di perusahaan Algalon Micro. Bob bertransformasi dari seorang manajer yang selalu menunggu hingga detik terakhir menjadi Bob yang tepat waktu dan tepat sasaran.

Cerita dimulai dari Bob yang terlambat untuk janji yang sangat penting untuk bertemu dengan CEO di perusahaannya. Awalnya Bob berpikir bahwa ia akan dipromosikan dari Team Manager menjadi Group Manager setelah tujuh tahun mengabdi di Algalon Micro. Namun ternyata, tanpa diduga, Sang CEO malah menempatkan Bob kembali ke masa percobaan. Aduh! Tentunya hal tersebut menjadi pukulan yang telak bagi Bob.

Ada ucapan Dave, Sang CEO, kepada Bob yang membekas di ingatan saya, “Ada dua hal yang saya cari dalam setiap karyawan utama: karakter dan kinerja. Kamu adalah orang yang memiliki karakter yang hebat. Namun kinerjamu buruk. Jika kamu tidak memiliki karakter, kamu sudah akan dilepas. Kecacatan dalam karakter mungkin tidak bisa diperbaiki dengan mudah. Namun saya yakin bahwa masalah kinerja bisa diperbaiki,” (halaman 7-8).

Kalimat Dave mengingatkan saya pada materi yang diperoleh ketika mengikuti training Supervisory Management dan Handling Difficult People. Saya kembali diingatkan bahwa karakter pegawai yang baik adalah asset bagi perusahaan, sedangkan kinerja dapat dilatih dan ditingkatkan. Terhadap pegawai yang kinerjanya buruk, seorang manager dapat melakukan pembinaan atau coaching. Sedangkan bagi pegawai yang memiliki karakter buruk, ya sudahlah, dilepas saja.

Saya sangat menikmati membaca buku ini. Bahasa yang digunakan oleh penulis buku ini ringan dan mudah dipahami. Melalui kisah Bob, Ken Blanchard dan Steve Gottry menawarkan solusi bagi siapapun yang merasa kesulitan dalam mengalahkan penundaan atau mencapai sasaran. Tentunya dengan membaca buku ini saya pun ikut belajar bersama Bob.

Apa sih yang menyebabkan terjadinya penundaan?

Menurut Ken Blanchard dan Steve Gottry, orang-orang sering kali menunda karena mereka tidak benar-benar memahami hal mana yang lebih penting. Mereka tidak memahami bahwa penundaan bisa menghasilkan keputusan dan kinerja yang buruk. Penundaan mengakibatkan timbulnya tiga permasalahan yaitu keterlambatan, pekerjaan dengan kualitas buruk, dan munculnya tekanan (halaman xiv-xv).

Bagaimana caranya untuk mengalahkan penundaan hingga Anda bisa menjadi seorang manajer yang tepat waktu dan tepat sasaran?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Ken Blanchard dan Steve Gottry dalam bukunya menawarkan Strategi Tiga “P”.

Apa itu Strategi Tiga “P”?
Strategi Tiga “P” aslinya ditulis berupa singkatan di dalam bahasa Inggris sehingga lebih mudah diingat. Strategi Tiga “P” adalah sebagai berikut:
“P” yang pertama membantu mengatasi keterlambatan.
“P” yang kedua memberi kunci untuk meningkatkan kualitas.
‘P” yang ketiga membantu mengurangi tekanan pada dirinya sendiri dan rekan-rekan kerjanya (halaman xvi).

Strategi “P” yang pertama berbicara tentang bagaimana Anda melakukan triage pada seluruh aktivitas Anda. Triage merupakan istilah yang diawali di medan perang tentang sistem penetapan prioritas untuk perawatan medis korban berdasarkan kemendesakan, rasa sakitnya lukanya, dan kesempatan hidup pasien tersebut (halaman 38). Di dalam buku ini, Ken Blanchard dan Steve Gottry memberikan panduan bagaimana cara untuk melakukan triage pada seluruh aktivitas Anda. Sebagai bocoran, form triage yang disertakan di dalam buku ini saya gunakan sebagai panduan dalam menjalankan seluruh aktivitas harian saya.

Strategi “P” yang kedua berbicara tentang etika. Ada tiga komponen etika menurut Webster yaitu kualitas atau keadaan untuk menjadi sesungguhnya, perilaku atau moral yang tepat, dan sesuai dengan standar yang dapat diterima (halaman 48). Penulis buku ini mengemukakan ada tujuh poin Undang-Undang Dasar sebagai ukuran apakah keputusan yang dibuat atau aktivitas yang Anda lakukan sudah sesuai dengan etika. Salah satunya yaitu “Lakukan hal yang tepat”.

Bagaimana dengan Strategi “P” yang ketiga?
Hmmm…. mengenai strategi “P” yang ketiga ini rasanya akan lebih seru jika Anda mengikuti sendiri perjuangan Bob di buku ini. Karena strategi “P” ketiga ini yang akan mendorong Anda untuk mengambil tindakan.

Buku The On-Time, On-Target Manager sangat bermanfaat bagi pengembangan diri pembaca. Isi buku ini bersifat how-to, memberikan panduan dan solusi praktis yang dapat diikuti oleh pembaca. Manfaat yang diterima oleh pembaca, menurut saya, akan menjadi lebih maksimal jika Anda mengikuti sendiri kisah transformasi Bob dan turut mengerjakan peer-peer yang diberikan kepada Bob.

Intinya sih buku ini sangat layak untuk Anda baca. Tertarikkah Anda untuk membaca buku ini? 🙂

Salam,
Tita

0 comments
4 likes
Prev post: Bersikap Bodo Amat Untuk Hidup yang Lebih Waras

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *