Bersikap Bodo Amat Untuk Hidup yang Lebih Waras

Pernahkah Anda mengalami satu saat di mana Anda merasa begitu frustrasi, stress tingkat tinggi, bahkan mungkin nyaris depresi? Semua hal terlihat salah dan bermasalah. Parahnya lagi jika Anda merasa bahwa Andalah penyebabnya dan tidak menemukan bagaimana jalan keluarnya. Perasaan kerdil dan tidak berharga menguasai diri Anda. Saya sendiri pernah mengalami kondisi dengan tekanan tinggi, walaupun tidak sampai depresi. Saat itu saya merasa begitu frustrasi. Ketika saya menemukan buku bersampul oranye karya Mark Manson, saya berpikir itulah yang saya perlukan agar tetap waras. Ya… buku tersebut berjudul Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat, dengan tagline Pendekatan yang Waras Demi Menjalani Hidup yang Baik.

Berikut adalah informasi buku selengkapnya:
Judul Buku : Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat
Penulis                : Mark Manson
Editor                  : Adinto F. Susanto
Alih Bahasa        : F. Wicakso
Penerbit              : PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Cetakan ke-        : X, September 2018
Jumlah halaman : 246 halaman
ISBN                  : 978-602-452-698-6

Buku yang saya baca adalah hasil terjemahan. Judul aslinya sendiri adalah The Subtle Art of Not Giving A Fuck. Buku ini terdiri dari sembilan bab yang dari judulnya saja membuat saya penasaran untuk terus membaca.

Kondisi super duper tidak enak seperti yang saya ceritakan di awal dibahas juga di dalam buku ini. Menurut Manson ada keanehan mental yang membahayakan otak kita dan dapat membuat kita menjadi gila. Keanehan mental ini membentuk suatu lingkaran setan. Contohnya adalah Anda merasa cemas ketika harus menghadapi seseorang di dalam hidup Anda. Kecemasan tersebut membuat Anda tidak berdaya dan mulai bertanya-tanya mengapa Anda merasa begitu cemas. Anda mulai cemas karena merasa cemas. Kecemasan pun menjadi berlipat ganda (halaman 6). Inilah yang dinamakan sebagai lingkaran setan. Untuk memutus lingkaran setan tersebut diperlukan sikap bodo amat.

Seperti apa sih yang dinamakan bodo amat itu?
Awalnya saya berpikir bahwa bersikap bodo amat itu maksudnya tidak peduli. Apakah itu berarti bahwa saya boleh meninggalkan segala permasalahan yang sedang saya hadapi? Kalau boleh sih dengan senang hati akan saya tinggalkan segala permasalahan tersebut. Bodo amat! Tidak akan saya pikirkan lagi! Tetapi apakah sikap tersebut dapat dibenarkan? Bukankan pergi begitu saja mencerminkan sikap yang tidak bertanggungjawab? Permasalahan juga tidak akan selesai jika ditinggal begitu saja. Ternyata, bukan seperti itu sikap bodo amat yang dimaksud oleh Manson. Bodo amat menurut Manson artinya memandang tanpa gentar tantangan yang paling menakutkan dan sulit dalam kehidupan, dan mau mengambil suatu tindakan (halaman 14).

Ada tiga seni untuk bersikap bodo amat. Seni tersebut adalah sebagai berikut:
1. Bodo amat bukan berarti menjadi acuh tak acuh; bodo amat berarti nyaman saat menjadi berbeda.
2. Untuk bisa mengatakan “bodo amat” pada kesulitan, Anda harus peduli terhadap sesuatu yang jauh lebih penting dari kesulitan.
3. Entah Anda sadari atau tidak, Anda selalu memilih suatu hal untuk diperhatikan (halaman 16 – 21).

Saya tertarik dengan hukum kebalikan yang dijelaskan di dalam buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Hukum ini membuat saya berpikir, merenung, dan menyadari bahwa ada kebenaran yang terkandung di dalamnya. Menurut hukum kebalikan, semua hal yang bernilai positif dalam kehidupan dimenangkan lewat pengalaman yang berasosiasi negatif. Setiap upaya untuk lari atau menghindar dari hal negatif hanya akan menjadi bumerang. Upaya untuk menghindari penderitaan adalah penderitaan itu sendiri (halaman 13). Jadi hadapi saja, karena kebahagiaan itu datang dari keberhasilan untuk memecahkan masalah.

Isi buku karya Mark Manson ini membuat saya tertampar. Sebelumnya saya cenderung mencari kenyamanan yang tentu saja sulit ditemukan. Di dalam setiap hal hampir selalu ada sesuatu yang membuat tidak nyaman. Ternyata kuncinya memang bukan di kondisi yang sudah nyaman dari sananya, tetapi lebih ke bagaimana penerimaan kita dan upaya yang kita lakukan untuk membuat diri sendiri nyaman.

“Apa yang menentukan kesuksesan Anda bukanlah apa yang ingin Anda nikmati. Pertanyaan yang relevan adalah rasa sakit apa yang ingin Anda tahan?”

Kalimat tersebut adalah kutipan yang paling saya sukai. Jadi ketika kita akan merintis suatu usaha, jangan dulu membayangkan betapa enaknya menjadi pengusaha yang sukses, namun bayangkanlah sebesar apa rasa sakit yang mampu kita tahan untuk menuju ke sana. Perjuangan apa yang rela kita lakukan untuk mewujudkan cita-cita? Jika kita tidak mau memikirkannya, bahkan tidak melakukan apapun, maka itu berarti cita-cita tersebut tidak benar-benar kita inginkan.

Quote Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo AmatKetika kita bertemu seseorang yang terlihat sangat bersinar karena kesuksesannya, tidak perlu merasa rendah diri. Hal itu berarti orang tersebut sudah melewati perjalanan yang jauh lebih menyakitkan daripada jalan kita. Bisa juga diartikan bahwa orang tersebut sudah mengalami kegagalan jauh lebih banyak dari yang kita alami. Setiap kegagalan mengandung pembelajaran yang dapat diarahkan pada perbaikan.

Buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat sangat berkesan bagi saya. Ada banyak kelebihan buku ini menurut saya. Pastilah ya, mengingat buku ini digelari buku terlaris versi New York Times dan Globe and Mail. Materi yang diulas sangat menarik dan bermanfaat. Contoh yang disampaikan dalam bentuk cerita sangat membantu pembaca untuk memahami makna yang ingin disampaikan oleh Mark Manson. Bahasa yang digunakan di dalam buku ini mengalir dan enak dibaca. Font huruf yang digunakan cukup bersahabat dengan mata pembaca. Kekurangan buku ini menurut saya hampir tidak ada. Memang sih ada beberapa kalimat yang memerlukan perenungan, tapi menurut saya tidak masalah. Saya suka merenung. Kalimat tersebut, seperti hukum kebalikan, menurut saya malah bagus untuk dijadikan quote.

Dari semua buku yang pernah saya baca, buku Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat karya Mark Manson sukses mempengaruhi saya. Saya menjadi memiliki sudut pandang baru. Saya pun lebih mampu menerima realita bahwa kenyamanan itu bukan didapatkan, melainkan diusahakan.

Buku ini sangat layak Anda baca. Untuk informasi selengkapnya silakan Anda baca sendiri yaa…

Salam,
Tita

48 comments
11 likes
Prev post: Kisah Buruk Tidak Selalu Berdampak Buruk, Review Buku Explore Enjoy & Repeat

Related posts

Comments

  • Farid

    Agustus 22, 2020 at 10:07 pm
    Reply

    Hmm.. Saya memang awalnya memandang bahwa sikap bodo amat itu tak peduli apa pun dan tak mengerjakan apa pun. Tapi konsep ini malah sebaliknya ya. […] Read MoreHmm.. Saya memang awalnya memandang bahwa sikap bodo amat itu tak peduli apa pun dan tak mengerjakan apa pun. Tapi konsep ini malah sebaliknya ya. Sikap bodo amat itu malah sebuah tindakan melawan hal-hal yang membuat kita takut. Atau berjuang keras dalam mencapai tujuan. Terima kasih penjelasannya. Bukunya menarik sepertinya.. Read Less

    • tita
      to Farid

      Agustus 23, 2020 at 3:17 pm
      Reply

      Iya, Kak Farid, bukunya memang menarik. Terima kasih sudah berkunjung.

    • Bety Kristianto
      to Farid

      Agustus 27, 2020 at 6:42 pm
      Reply

      Aku penasaran banget sama buku ini loh Mba. Tapi sayang belum beli sampe sekarang hehehe. Beberapa temen udah pada ngereview, jadi bikin makin pinisirin

    • tita
      to Bety Kristianto

      Agustus 27, 2020 at 10:07 pm
      Reply

      Ayok, Mbak Bety, dibaca bukunya biar tuntas pinisirinnya hihihi...

  • Iffiarahman

    Agustus 22, 2020 at 9:52 pm
    Reply

    Keren nih bukunya :) seringkali kita perlu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, dengan baca buku ini karya mark manson pasti bantu banget memperkaya […] Read MoreKeren nih bukunya :) seringkali kita perlu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda, dengan baca buku ini karya mark manson pasti bantu banget memperkaya sudut pandang kita Read Less

    • tita
      to Iffiarahman

      Agustus 23, 2020 at 3:18 pm
      Reply

      Iya, Kak, keren memang bukunya. Terima kasih sudah berkunjung.

  • Nur Asiyah

    Agustus 22, 2020 at 9:45 pm
    Reply

    Awalnya saya pikir kalimat "Bodo amat," memang mengartikan sebuah ketidakpedulian, ternyata tak sedangkal itu. Sepertinya saya harus baca buku ini (sudah masuk wish list tapi […] Read MoreAwalnya saya pikir kalimat "Bodo amat," memang mengartikan sebuah ketidakpedulian, ternyata tak sedangkal itu. Sepertinya saya harus baca buku ini (sudah masuk wish list tapi belum ke beli sampai sekarang, hiks). Read Less

    • tita
      to Nur Asiyah

      Agustus 23, 2020 at 3:18 pm
      Reply

      Iya, Kak, awalnya saya juga berpikir kalau bodo amat itu artinya ketidakpedulian, ternyata bukan hehe..

  • Sani

    Agustus 22, 2020 at 6:49 pm
    Reply

    Ternyata "bodo amat" ada positifnya ya Tapi "bodo amat" yg gimana dulu? Karena spt yg diawal cerita td bodo amat cenderung ga peduli, tapi dalam buku ini […] Read MoreTernyata "bodo amat" ada positifnya ya Tapi "bodo amat" yg gimana dulu? Karena spt yg diawal cerita td bodo amat cenderung ga peduli, tapi dalam buku ini lah sifat "bodo amat" digiring ke hal yang baik buat kesehatan mental kita. Salut 🙏😀 Read Less

    • tita
      to Sani

      Agustus 23, 2020 at 3:19 pm
      Reply

      Iya, Kak Sani, keren pemikirannya Manson ini. Terima kasih sudah mampir.

  • Wahyu Nurcahyani

    Agustus 22, 2020 at 4:10 pm
    Reply

    Penasaran nih sama bukunya, kayanya relate banget sama personal life 😊

    • tita
      to Wahyu Nurcahyani

      Agustus 23, 2020 at 3:20 pm
      Reply

      Hahaha.... betul, Jenk Way, relate banget inih sama personal life hihihi... Terima kasih sudah berkunjung.

1 2 3 5

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *