REVIEW FILM ANT-MAN AND THE WASP

      No Comments on REVIEW FILM ANT-MAN AND THE WASP

Judul Film     : Ant-Man and The Wasp
Genre            : Action, Adventure, Sci-Fi
Sutradara      : Peyton Reed
Produksi       : Walt Disney Pictures
Pemain         : Paul Rudd, Evangeline Lilly, Michael Douglas, Abby Ryder Fortson

Gambar bersumber dari www.21cineplex.com

Dulu, ketika sedang bermacet-macet ria, saya pernah membayangkan apa yang akan terjadi jika manusia punya kemampuan mengecilkan mobil beserta penumpangnya. Dalam sekejap, mereka bisa mengecil dan menerobos ke kolong-kolong mobil lain di depannya. Kalau bisa seperti ini, yakinlah kemacetan pun tidak akan terjadi. Sekian tahun berikutnya ternyata apa yang pernah saya khayalkan itu tervisualisasi di dalam film Ant-Man. Saat ini sedang tayang film tersebut sekuel kedua yang berjudul Ant-Man and The Wasp. Sebagai seorang penggemar film action dan science fiction, tentunya film tersebut tidak akan saya lewatkan.
Di awal film, diceritakan bahwa Scott Lang (Paul Rudd), sang manusia semut alias Ant-Man, menjadi tahanan rumah. Ia menciptakan berbagai permainan menarik yang bisa dimainkan di dalam rumah bersama Cassie, putrinya. Permainannya seru, sebuah petualangan yang tak terpikir bisa dibangun di dalam rumah. Saya kagum melihatnya. ‘Wow, niat banget ya bikin permainan seperti itu untuk putrinya,” begitu pikir saya.
Adegan lain yang menyentuh saya adalah ketika Maggie, mantan istri Lang, datang menjemput Cassie bersama dengan suaminya. Cassie, Lang, Maggie, dan suami Maggie saling berpelukan. Melihat adegan tersebut saya membayangkan bahwa Cassie tumbuh di dalam suasana yang penuh kasih sayang, meskipun orang tuanya tidak lagi bersama. Hati saya menjadi hangat melihatnya.
Jika Lang menjadi tahanan rumah, Dr. Hank Pym (Michael Douglas) dan puterinya yaitu Hope Van Dyne (Evangeline Lilly) menjadi buronan. Kedua ilmuwan jenius itu tidak tertangkap karena mereka memiliki kemampuan untuk mengecilkan tubuh dan benda-benda di sekitarnya. Dengan kemampuan tersebut, mereka dapat berpindah tempat sesukanya tanpa diketahui oleh pihak yang berwenang.
Hank Pym dan Hope van Dyne diam-diam melakukan penelitian untuk mengungkap sebuah rahasia besar di masa lalu. Sebuah kebetulan yang tidak disengaja menyebabkan Hope menculik Lang dan memaksanya untuk bergabung di dalam proyek mereka.
Banyak hambatan terjadi pada penelitian mereka. Beberapa pihak mengincar penelitian tersebut yaitu seorang kriminal bernama Sonny Burch, serta Ghost alias manusia hantu. Kehadiran Ghost mampu membuat saya bertanya-tanya karena sosoknya sangat misterius. Tujuannya mengincar penelitian Hank Pym dan Hope tidak terbaca dari awal. Ia menjadi ancaman serius karena memiliki kemampuan yang tidak biasa.
Jika superhero yang lain terkesan benar-benar super, menurut saya Ant-Man ini adalah sosok superhero yang manusiawi. Di samping menjadi seorang superhero, ia adalah seorang ayah yang hangat dan kadang melakukan kecerobohan yang dapat membahayakan dirinya sendiri.
Saya senang menonton film ini. Gambarnya bagus, ceritanya juga tidak membosankan. Naik turunnya cerita, ketegangan dan humor tersampaikan dengan baik sehingga saya merasa tidak kehilangan konsentrasi dari awal hingga akhir cerita. Kostum Ant-Man dan The Wasp menarik, bahkan kostum Ant-Man yang baru menjadi cerita tersendiri. Pesan yang saya ambil dari film ini adalah tidak ada seorang pun yang rela kehilangan keluarganya. Selain itu, untuk mencapai tujuan kita sangatlah tidak etis jika pelaksanaannya harus menyakiti orang lain. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Bill Foster, rekan Hank Pym dalam proyek terdahulu, seperti yang dikatakan olehnya kepada Ghost.
Film ini Ant-Man and The Wasp ini cocok ditonton oleh Anda bersama dengan anak remaja usia 13 tahun ke atas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *