Mengapa Saya Diet?

      No Comments on Mengapa Saya Diet?

Kalau diingat-ingat rasanya sejak SD saya sudah merasa takut melihat timbangan. Bagaimana tidak, setiap kali ada penimbangan berat badan,  saya pasti masuk dalam golongan murid yang underweight hikss …. Setelahnya siap-siap deh saya menerima pesan-pesan cinta dari Ibu Guru.

Setelah bekerja saya masih saja merasa takut melihat timbangan. Kali ini berlaku sebaliknya. Ingin sekali rasanya menghentikan laju jarum timbangan yang terus bergerak ke kanan setiap saya ditimbang. Yang paling menyedihkan adalah hasil perhitungan BMI (Body Mass Index) menunjukkan kalau saya sudah masuk ke dalam kategori obesitas. Hiks … ironis sekali jika dibandingkan dengan waktu saya di SD.

Kalau dipikir-pikir, wajar saja kalau saya punya banyak kelebihan. Ehmm … kelebihan lemak maksudnya hehe …. Aktivitas saya di kantor sebagian besar adalah duduk di depan komputer, kurang gerak jadinya. Apalagi ditambah godaan cemilan dari Nusantara yang dibawakan teman-teman sepulang berdinas sukses melambungkan berat badan saya.

Kebetulan saya bukan orang yang minderan, jadi pede-pede saja. Saya tidak terlalu ambil pusing dengan penampilan. Saya merasa kalau saya baik-baik saja dan tetap cantik. Uhukk … dilarang protes ya, suka-suka yang nulis saja hahaha ….

Suatu hari saya ditugaskan oleh kantor untuk mengikuti pelatihan mengenai penyakit tidak menular. Narasumbernya mengatakan bahwa saat ini trend penyebab kematian sudah mulai bergeser dari penyakit menular menjadi tidak menular. Penyakit tidak menular itu di antaranya hipertensi, diabetes, penyakit jantung koroner, kanker, dan sebagainya. Penyakit ini jika tidak ditangani dengan baik dapat menimbulkan komplikasi bahkan kematian. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan kesehatan berkala untuk mendeteksi dan mengendalikan faktor risiko penyebab penyakit tidak menular. Berat badan berlebih disebut sebagai salah satu faktor risiko penyakit tidak menular yang perlu dikendalikan. Hiks … mulailah duduk saya gelisah, merasa tidak nyaman.

Di lain waktu, saya kembali ditugaskan untuk mengikuti kegiatan di KM Kelud. Pagi-pagi sekali saya sudah sampai di dermaga tempat kapal itu bersandar. Hari masih gelap, lampu-lampu KM Kelud masih menyala dengan cantiknya. Terpesona saya dibuatnya sehingga tidak ingin melewatkan kesempatan berpose dengan latar belakang KM Kelud. Ketika melihat fotonya, nyaris saya tidak percaya. Wah, sebesar itukah saya?

Mulailah timbul niat kalau saya harus melakukan sesuatu untuk menurunkan berat badan.


to be continue

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *